Tentang kami
Warung keluarga di tepi jalur Puncak
Lebih dari dua dekade menjaga satu hal yang sama: daging kambing muda, bara arang, dan resep keluarga.
Perjalanan Hanjawar
1998
Warung tepi jalan dibuka
Pada Agustus 1998, pasangan Ade Pancasila dan Eti Rusmiati membuka warung sate sederhana di tepi Jalan Raya Hanjawar, Palasari — melayani pelaku perjalanan di jalur Puncak–Cipanas.
2000-an
Dari mulut ke mulut
Tanpa iklan besar, nama Hanjawar menyebar dari mulut ke mulut: sate kambing muda yang empuk dan tidak berbau prengus membuat warung kecil ini jadi persinggahan rutin wisatawan Puncak.
Kini
Generasi kedua
Warung kini dikelola generasi kedua keluarga pendirinya. Menurut pemberitaan, sekitar 80 karyawan melayani hingga ±1.500 pengunjung di akhir pekan — dengan resep dan bara arang yang sama.
Catatan sejarah berdasarkan pemberitaan Republika dan Radar Cianjur tentang warung ini.


1998
Tahun warung berdiri
±80
Karyawan, menurut pemberitaan
±1.500
Pengunjung di akhir pekan padat
Yang kami jaga sejak hari pertama
Bara arang, bukan jalan pintas
Setiap tusuk dibakar di atas arang begitu dipesan. Aroma asapnya adalah bagian dari rasanya.
Resep keluarga
Racikan bumbu dijaga turun-temurun — dari pendiri warung ke generasi kedua yang kini mengelolanya.
Warung untuk semua
Dari sopir malam hingga keluarga wisatawan — semua duduk di meja yang sama, makan dari bara yang sama.
Bara kami tidak pernah padam
Lapar tengah malam di jalur Puncak? Kami menyala.
Buka setiap hari · 24 jam. Datang langsung ke warung, atau hubungi kami dulu untuk pesanan rombongan.